Pages

Monday, March 16, 2015

Field Trip ke Floating Market

Hari Rabu (25/2/2015) bertempat di Floating Market Lembang, Bandung, sang pemilik , bapak Perry Tristianto memberikan pencerahan terhadap sekitar 25 orang peserta pra-purnabhakti PT Garuda Indonesia beserta pasangan masing2.


Perry Tristianto memberikan pencerahan
Acara yang digelar oleh Forsibi (Forum Sinergi Bisnis ) dan Koapgi ( Koperasi Awak Pesawat Garuda) itu berlangsung dengan santai, enjoy namun penuh makna. Pembekalan yang disampaikan oleh bapak Perry Tristianto diterima oleh para peserta sebagai sesuatu ilmu yang baru, dan dapat dijadikan bekal oleh para peserta menghadapI masa pensiun kelak. 

Bahkan saat sesi tanya jawab, berlangsung hidup dan hangat. Sesuai dengan judul acara itu sendiri, ‘Hidup Sehat Tetap Semangat’. Acara ini dipandu dengan baik oleh bapak Indaryanto.
Indaryanto

Dalam pembekalan itu bapak Ferry Tristianto mengungkapkan sepenggal perjalanannya dalam menekuni dunia wirausaha yang diakui dirintis dari nol. Juga ditegaskan oleh bapak Perry Tristianto, terkait dengan masa pensiun yang hendak dialami oleh audience-nya, bahwa usia jangan menjadi kendala untuk memulai usaha.Asal tahu betul bagaimana menanamkan modal dalam usaha.Bapak Perry pun menyebut perjalanan pemilik Kentucky Fried Chicken (KFC) dan McDonald's yang baru bisa merasakan sukses diatas usia 50 tahun.

“Kalau misalnya, bapak dan ibu memiliki uang pesangon Rp100 juta, jangan semuanya diinvestasikan buat usaha. Mungkin bisa Rp5 juta saja. Sehingga kalau usaha tidak jalan kerugian tidak terlalu besar. Intinya dalam memulai usaha, jangan gagah-gagahan dengan mendirikan PT terlebih dulu, atau membuat sesuatu yang besar dan sempurna. Tapi lihat dulu perkembangan usaha, kalau dalam kebutuhan untuk berkembang memang sebuah keniscayaan, baru tambah modal,” tutur bapak Perry Tristianto, dengan gaya khasnya kalau sedang memberi ceramah, penuh canda.

Ketua Koapgi, Away A. Waluya, mengatakan, acara penyuluhan tersebut dimaksudkan agar para peserta dalam menghadapi masa pensiun memiliki bekal, jika ingin memulai usaha. Sehingga tidak gamang kalau memang mau membuka usaha. Dijelaskan pula oleh Away, pelatihan ini juga mendatangkan pakar wirausaha lain, namun yang diutamakan adalah dari kalangan praktisi seperti bapak Perry Tristianto.

2 komentar:

  1. kunjungan2 demi kunjungan selama pembekalan, bikin kita jadi "mulai berani" berpikir ke depan...maklum saya termasuk orang yang gak bakat bisnis... nah mudah2an dengan kelompok Forsibi 35 ini, kita bisa saling mendukung/bertukarpikiran dan kalau perlu kita bikin kelompok bisnis sesuai minat bisnisnya

    ReplyDelete
  2. Setuju Bu Grace, diperlukan kesediaan rekan2 untuk sharing bisnis yang sedang mereka jalankan, dan kita berharap blog ini bisa digunakan untuk sharing ... caranya kirim bahan bisnis yang sedang dijalankan (berupa tulisan atau/dan foto) ke email admin, nanti admin akan mengatur tampilannya dan di upload/disimpan di blog forsibi35 agar teman2 yang lain bisa sama2 membacanya

    ReplyDelete