Hari Rabu (25/2/2015) bertempat di Floating Market Lembang,
Bandung, sang pemilik , bapak Perry Tristianto memberikan
pencerahan terhadap sekitar 25 orang peserta pra-purnabhakti PT Garuda
Indonesia beserta pasangan masing2.
![]() |
| Perry Tristianto memberikan pencerahan |
Acara yang digelar oleh Forsibi (Forum Sinergi Bisnis ) dan Koapgi (
Koperasi Awak Pesawat Garuda) itu berlangsung dengan santai, enjoy namun penuh
makna. Pembekalan yang disampaikan oleh bapak Perry Tristianto diterima oleh
para peserta sebagai sesuatu ilmu yang baru, dan dapat dijadikan bekal oleh
para peserta menghadapI masa pensiun kelak.
Bahkan saat sesi tanya jawab, berlangsung hidup dan hangat. Sesuai dengan judul acara itu sendiri, ‘Hidup Sehat Tetap Semangat’.
Acara ini dipandu dengan baik oleh bapak Indaryanto.
![]() |
| Indaryanto |
Dalam pembekalan itu bapak Ferry Tristianto mengungkapkan sepenggal
perjalanannya dalam menekuni dunia wirausaha yang diakui dirintis dari nol. Juga
ditegaskan oleh bapak Perry Tristianto, terkait dengan masa pensiun yang hendak dialami oleh audience-nya, bahwa usia jangan menjadi kendala untuk memulai usaha.Asal tahu betul bagaimana menanamkan modal dalam usaha.Bapak Perry pun
menyebut perjalanan pemilik Kentucky Fried Chicken (KFC) dan McDonald's yang baru bisa merasakan sukses diatas usia 50 tahun.
“Kalau misalnya, bapak
dan ibu memiliki uang pesangon Rp100 juta, jangan semuanya diinvestasikan buat
usaha. Mungkin bisa Rp5 juta saja. Sehingga kalau usaha tidak jalan kerugian
tidak terlalu besar. Intinya dalam memulai usaha, jangan gagah-gagahan dengan
mendirikan PT terlebih dulu, atau membuat sesuatu yang besar dan sempurna. Tapi
lihat dulu perkembangan usaha, kalau dalam kebutuhan untuk berkembang memang
sebuah keniscayaan, baru tambah modal,” tutur bapak Perry Tristianto, dengan
gaya khasnya kalau sedang memberi ceramah, penuh canda.
Ketua Koapgi, Away A. Waluya, mengatakan, acara penyuluhan tersebut dimaksudkan
agar para peserta dalam menghadapi masa pensiun memiliki bekal, jika ingin
memulai usaha. Sehingga tidak gamang kalau memang mau membuka usaha. Dijelaskan
pula oleh Away, pelatihan ini juga mendatangkan pakar wirausaha lain, namun
yang diutamakan adalah dari kalangan praktisi seperti bapak Perry Tristianto.



kunjungan2 demi kunjungan selama pembekalan, bikin kita jadi "mulai berani" berpikir ke depan...maklum saya termasuk orang yang gak bakat bisnis... nah mudah2an dengan kelompok Forsibi 35 ini, kita bisa saling mendukung/bertukarpikiran dan kalau perlu kita bikin kelompok bisnis sesuai minat bisnisnya
ReplyDeleteSetuju Bu Grace, diperlukan kesediaan rekan2 untuk sharing bisnis yang sedang mereka jalankan, dan kita berharap blog ini bisa digunakan untuk sharing ... caranya kirim bahan bisnis yang sedang dijalankan (berupa tulisan atau/dan foto) ke email admin, nanti admin akan mengatur tampilannya dan di upload/disimpan di blog forsibi35 agar teman2 yang lain bisa sama2 membacanya
ReplyDelete